Jumat, 13 April 2012

BAHASA TERPURUK BANGSA


            Pada hakikatnya, manusia hidup sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dalam mempertahankan hidupnya. Di samping itu, manusia membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya. Dengan kata lain, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Seseorang tidak akan mampu bertahan hidup jikalau tidak ada orang lain yang berpengaruh di dalam hidupnya. Hal inilah yang menyebabkan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial.
            Dalam menjalankan kehidupan sebagai makhluk sosial, manusia harus berinteraksi satu sama lain. Untuk dapat berinteraksi, manusia harus mampu berkomunikasi. Dan untuk berkomunikasi, manusia memerlukan sesuatu yang disebut bahasa. Bahasa inilah yang digunakan manusia untuk berkomunikasi sehingga terjalin sebuah interaksi.
            Bahasa yang digunakan manusia bermacam-macam, ada bahasa lisan, bahasa tulisan, dan bahasa isyarat. Bahasa lisan adalah bentuk komunikasi langsung antar-manusia, baik melalui alat perantara maupun tidak. Bahasa tulisan adalah bentuk komunikasi melalui tulisan,  misalnya surat dan sebagainya. Adapun bahasa isyarat adalah bentuk komunikasi yang menggunakan isyarat tertentu, misalnya isyarat tangan dan bahasa tubuh yang lainnya. Bahasa-bahasa tersebut merupakan jenis-jenis dasar dari bahasa.
            Dalam konteks yang sesungguhnya, bahasa dibagi berdasarkan tempat bahasa tersebut digunakan, baik di daerah, wilayah, maupun di suatu negara. Setiap daerah dan wilayah mempunyai bahasa tersendiri. Bahasa tersebut digunakan oleh warga yang berdomisili di daerah tersebut. Untuk berkomunikasi dengan warga daerah lain, masyarakat menggunakan bahasa persatuan negaranya yang disebut bahasa Nasional. Misalnya Negara Jepang menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa Nasional-nya, Negara Perancis menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa Nasional-nya, Negara China menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa Nasional-nya, begitu pula dengan negara-negara lain yang tentunya memiliki bahasa Nasional-nya sendiri. Negara kita, Indonesia, memiliki bahasa Nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia inilah yang digunakan oleh seseorang untuk berbicara dengan orang dari suku lain di Indonesia.
            Bahasa Nasional memiliki makna yang sangat besar dan penting bagi suatu bangsa, begitu juga dengan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia membentuk dan menggambarkan jati diri bangsa Indonesia. Dengan adanya bahasa Indonesia, rakyat Indonesia bisa saling berkomunikasi sehingga rasa persaudaraan dapat tumbuh dan terjalin. Selain itu, bahasa Indonesia juga berperan penting bagi kemerdekaan Indonesia karena bahasa inilah yang mempersatukan rakyat sehingga rakyat bisa saling bahu-membahu melawan bangsa penjajah.
            Perjuangan agar bisa menggunakan bahasa Indonesia tidaklah semudah menggunakannya saat ini. Pengorbanan besar harus dilewati terlebih dahulu oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia. Jiwa dan harta mereka korbankan demi mengusir para penjajah yang mencekal bahasa Indonesia. Akan tetapi, apakah kita sadar atas perjuangan mereka?
            Banyak yang tidak menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan bahasa Indonesia dengan menganggap remeh bahasa Indonesia. Banyak yang menanamkan di dalam hatinya perasaan “malas” dan bahkan mengeluh bila harus berbahasa Indonesia yang berpedoman pada kaidah berbahasa yang baik dan benar.
            Yang penting apa yang kita sampaikan dimengerti sama orang lain, mau pake bahasa gaul kek, campur bahasa asing kek, toh orang lain juga paham. Please dong jangan diperbesar masalah kecil kayak gini!”
            Benar dan pantaskah bila kita sebagai pemilik bahasa Indonesia berasumsi demikian?
            Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa daerah masih sangat lazim digunakan oleh masyarakat. Bahkan, lebih dari setengah masyarakat Indonesia tidak lancar berbahasa Indonesia akibat kentalnya logat daerah. Hal itu terjadi karena dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa Indonesia dianggap tidak terlalu penting dan jarang sekali digunakan. Padahal salah satu isi sumpah pemuda adalah “Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Sayangnya, makna tersebut masih belum melekat dan dihayati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
            Di kalangan lain, sebagian masyarakat justru malah lebih senang berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia sendiri. Kebanyakan mereka adalah kalangan masyarakat terpelajar dan berpendidikan. Hal demikian muncul akibat pemikiran seperti “Kenapa mesti belajar bahasa Indonesia? Aku kan orang Indonesia, jadi udah pasti bisa dong!” atau “Bahasa Indonesia kan gampang! Gak dipelajari juga gak masalah. Mending belajar bahasa asing yang lebih keren.
            Pemikiran-pemikiran seperti itu adalah contoh pemikiran-pemikiran yang keliru. Kita sebagai bangsa Indonesia harus mengedepankan bahasa Indonesia daripada bahasa asing, meskipun  bahasa tersebut kita butuhkan untuk berkomunikasi dengan warganegara asing. Kita perlu mencontoh Jepang dan Perancis, negara-negara yang sangat menjunjung tinggi bahasanya.
            Maka dari itu, untuk mempertahankan bahasa Indonesia, kita harus menanamkan jiwa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, pendidikan bahasa masih sangat diperlukan untuk memperbaiki tata bahasa masyarakat Indonesia. Sebenarnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tidaklah sulit apabila kita menanamkan niat dan menjauhkan semua perasaan “malas” untuk menggunakan bahasa Indonesia. Siapa lagi yang akan memajukan bahasa Indonesia kalau bukan kita? Mulai sekarang, marilah kita tanamkan  keinginan untuk memajukan bahasa Indonesia di dalam jiwa dan raga kita.***

Kamis, 25 Agustus 2011

Shizune and The Senbon Ninja

Ini sebenarnya bukan fanfic saya, tapi tak apa saya post karena menurut saya fic nya bagus *nyembah sama yang punya*. Happy reading....

 A Naruto Fanfiction

Rated: T - English - Romance/Humor - Genma S. & Shizune
 Disclaimer: Masashi K.
 Shizune and The Senbon Ninja
Story by: IssyIt

Shizune menghela napas. Hokage Kelima, memerintahkan dia untuk meninggalkan kantor dan memanggil Raidou Namiashi padanya. Ini sama sekali bukan hari baik bagi Shizune, ia merasa sangat lelah dan lesu, dan paling tidak ia ingin berbaring dan tertidur di tempat tidurnya.

Dia, tentu saja, tidak punya kesempatan untuk melakukannya sama sekali. Tsunade, telah menyuruhnya dengan sangat keras sepanjang hari, mengirimnya ke dalam dan keluar kantor dengan tugas yang tak ada habisnya, tidak memberikannya kesempatan bahkan untuk bernapas normal. Dan sekarang, ia harus turun ke halaman bawah hanya untuk memanggil Raidou, teman sesama Jōninnya ...

"Ini akan menjadi hari yang sangat panjang," gerutunya. "Aku bahkan tidak tahu siapa Raidou. Orang-orang bilang dia baru saja dipromosikan sebagai Jonin yang... Bagaimana aku bisa menemukan dia seperti ini?"

Dia turun ke halaman bawah, dan melewati halaman latihan, mencoba melihat sekitarnya untuk menemukan seseorang, siapa pun. Tempat itu sangat tenang, tidak ada seorang pun berada di sekitar sana.

Tidak, tunggu, tampaknya sekarang ada seseorang di belakangnya. Berharap orang itu setidaknya tahu siapa Raidou, Shizune berbalik.

"Awas!"

"Ap ..."

Tak ada yang tahu bagaimana hal itu terjadi. Sebelum Shizune bisa membalikkan kepalanya, sesuatu yang panjang dan tipis terbang keluar ke sisi kirinya, dan, sebelum ia bisa bereaksi, benda itu menembus lengan kiri di sikunya.

"Aduh!" Meringis dengan rasa sakit dan gangguan, Shizune buru-buru menariknya keluar, meringis saat melihat warna darah di lengannya.

"Maafkan saya, saya sangat menyesal!" seseorang berkata, bergegas dengan sigap ke arahnya. "saya berteriak kepada Anda, tapi Anda hanya ..."

"Jujur saja, apa itu?" bentak Shizune marah, meletakkan tangan kanannya ke lengan kirinya untuk menyembuhkannya dengan keterampilan ninjutsu medisnya.

"Saya minta maaf," orang itu berkata. "Itu kecelakaan, tepatnya saya sedang berlatih menggunakan senbon, dan kemudian Anda datang, dan -.. Dan saya tidak bisa menghentikannya"

Sambil mengerutkan kening keras, Shizune mendongak untuk pertama kalinya pada orang itu.

Dia cukup menarik, siapa Ninja ini, setidaknya, cukup tampan untuk membuat wanita melihat dua atau tiga kali ke arahnya. Dia masih muda, tempatnya di usia dua puluhan seperti Shizune. Matanya cokelat, rambut sebahu, dan ikat kepala Konoha-nya dipakai kebelakang di atas topi kain biru gelap.

Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya di sekitar sini sebelumnya. Apakah dia ninja Konoha?

"Maafkan saya, Nona," katanya lagi. "Apakah saya melukai Anda sangat parah ... Apakah Anda perlu?"

"Aku baik-baik saja," bentak Shizune, mencoba untuk bersikap sabar. "Aku seorang ninja medis, aku bisa menyembuhkan lukaku sendiri dengan cepat tanpa membunuh diriku lebih dulu, terima kasih!"

"Saya minta maaf."

"Baik," jawab Shizune. "Apa kau tahu Raidou Namiashi? aku seharusnya memanggilnya menemui Tsunade-sama, tapi aku tidak tahu bahkan siapa dia."

"Raidou? Ah, sesama Jonin, ya mudah mengenalinya.. Hanya melihat keluar untuk mencari seseorang dengan rambut cokelat dan mata seperti saya, daengan bekas luka panjang di wajahnya. Perlu saya bantu mencarinya?."

"Tidak, aku punya mata yang sempurna, terima kasih dan ini... Apa pun itu."

"Senbon,"   pria itu menepatkan dengan sopan, ia mengambil benda itu dari tangan Shizune. "Sekali lagi, saya minta maaf ..."

"Minta maafnya cukup untuk hari ini," keluh Shizune. "Dan terima kasih atas bantuan kecilnya." Tanpa melihat kembali pria itu, Shizune berbalik dan melangkah pergi dengan cepat.

Aku berharap aku tidak pernah melihat pria ini lagi, siapa pun dia!

TBC

Owari.... Chap. 1 selesai.... Gomen kalau translate nya buruk. Untuk chap. 2 nya tunggu ya....

Minggu, 03 Juli 2011

Coret-coret Aja

Apa yah? Mmm......
Bosan... Ga ada yang mau saya tulis. Sebenarnya saya mau update cerpen, tapi sayangnya laptop saya rusak, sedangkan datanya semua di laptop. Hhu... :(
OK, jadi sekarang saya mau cerita-cerita aja dikit tentang saya.
Saya adalah anak pertama sekaligus anak laki-laki tunggal di keluarga saya. Saya punya ayah dan ibu yang mencintai saya. Meski hidup sederhana, tapi saya bahagia juga.
Saya sekolah di salah satu sekolah terbaik di provinsi saya, namanya MAN Cendikia Jambi. Meski berstatus Madrasah, tapi sekolah saya gak kalah saing sama sekolah umum lainya. Terbukti dengan sekolah saya mengirimkan utusannya mengikuti olimpiade ke tingkat Provinsi sebanyak 37 orang siswa/i. Itu jumlah terbanyak se-Provinsi Jambi lho!
Lanjut!
Mumpung masih liburan semester, saya habiskan waktu di rumah buat OL sama tidur aja! Habis di Cendikia gak ada waktu untuk itu. Kami di-boarding. Sedihnya... :(
Selain itu, tidak lupa juga saya membaca buku Biologi karya Neil A. Chmpbell tiap hari. Itu buku favorit saya lho!
Erm... Terus apa lagi yah.... Sesuai judulnya cuma coret-coret aja, jadi emang dari awal gak ada artinya. Sudah dulu ya... Itu perkenalan singkat dari saya. Mudah-mudahan kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan dan dengan keadaan lebih baik tentunya. Dan untuk post selanjutnya saya akan update artikel dan cerita-cerita menarik lainnya. Mata ne....

Selasa, 15 Februari 2011

Selamat Datang!

Hello...


How do you do?

Selamat datang di blog baru saya. Blog ini berisi info populer, info baru, artikel-artikel saya, mengenai saya, dan masih banyak lagi.

Sungguh, ini baru pertama kalinya saya serius membuat blog. Mohon bantuannya semua....